Want to actually learn this — with audio, spaced repetition and progress tracking?
Study in the app →Indonesian · BIPA 1 (A1) · Chapter 43
Kamu pernah ke Jepang? Warst du schon einmal in Japan?
Wir sprechen über Reisen und Erfahrungen. Wortschatz: perjalanan, luar negeri, pantai, pesawat, paspor, koper, oleh-oleh, hotel, pulau, menginap, pengalaman, berlibur. Kerngrammatik: „pernah + Verb", um über eine Lebenserfahrung zu sprechen (ob du je etwas getan hast): „Saya pernah ke Jepang" = irgendwann im Leben war ich in Japan. Verneinung: „tidak pernah" oder „belum pernah" (noch nie). In ch34 hast du „sudah" (schon getan) gelernt: „sudah ke Bali" = ist gegangen (ein bestimmtes, kürzliches Mal), während „pernah ke Bali" = ist (je) gegangen (eine Lebenserfahrung). Hinweis: Englischsprecher, die an „have you ever been" denken, sagen oft „Sudah ke Bali?" (bist du heute/kürzlich schon gegangen?) → um nach einer Lebenserfahrung zu fragen, nutze „Pernah ke Bali?" ✓. Ausspracheecke: „pernah" (PER-nah) und „belum" (be-LUM).
Dialogue
Rencana liburan — Urlaubspläne
- Budi Mike, liburan ini kamu mau berlibur ke mana? Mike, wohin willst du in diesen Ferien in den Urlaub?
- Mike Aku mau ke pulau Bali. Budi, kamu sudah ke pulau itu? Ich will zur Insel Bali. Budi, warst du auf dieser Insel? (Patzer: für eine Lebenserfahrung nutze „pernah": Pernah ke ...?, nicht „sudah", das „schon hin?" fragt)
- Budi Ah, untuk menanyakan pengalaman hidup, pakai "pernah": "Kamu pernah ke pulau itu?". Ah, um nach einer Lebenserfahrung zu fragen, nutze „pernah": „Kamu pernah ke pulau itu?".
- Mike Ah, aku paham. "Kamu pernah ke pulau Bali?" Ach, ich verstehe. „Kamu pernah ke pulau Bali?" (Warst du schon einmal auf der Insel Bali?)
- Budi Pernah! Aku pernah ke sana sekali. Pantainya sangat indah. Ja! Ich war einmal dort. Der Strand ist wunderschön.
- Mike Bagus! Aku belum pernah naik pesawat ke pulau. Ini akan jadi pengalaman baru. Super! Ich bin noch nie zu einer Insel geflogen. Das wird eine neue Erfahrung.
Dialogue
Kamu pernah ke luar negeri? — Warst du schon einmal im Ausland?
- Sari Mike, kamu pernah ke luar negeri? Mike, warst du schon einmal im Ausland?
- Mike Pernah. Aku pernah ke Jepang. Aku menginap di hotel dekat laut. Ja. Ich war schon einmal in Japan. Ich habe in einem Hotel am Meer übernachtet.
- Sari Bagus! Aku belum pernah naik pesawat. Tapi aku pernah ke Yogyakarta naik kereta. Schön! Ich bin noch nie geflogen. Aber ich war schon einmal mit dem Zug in Yogyakarta.
- Mike Oh, Yogyakarta punya banyak candi. Kamu sudah beli oleh-oleh? Oh, Yogyakarta hat viele Tempel. Hast du Souvenirs gekauft?
- Sari Sudah. Aku sudah membeli oleh-oleh untuk keluarga. Perjalanan itu sangat menyenangkan. Ja. Ich habe Souvenirs für meine Familie gekauft. Die Reise war sehr schön.
- Mike Bagus! Lain kali ayo berwisata bersama. Super! Nächstes Mal lass uns zusammen verreisen.
Vocabulary
| 汉字 | Pinyin | POS | Meaning |
|---|---|---|---|
| perjalanan | n. | Reise | |
| luar negeri | n. | Ausland | |
| pantai | n. | Strand | |
| pesawat | n. | Flugzeug | |
| paspor | n. | Reisepass | |
| koper | n. | Koffer | |
| oleh-oleh | n. | Mitbringsel, Souvenir | |
| hotel | n. | Hotel | |
| pulau | n. | Insel | |
| menginap | v. | übernachten | |
| pengalaman | n. | Erfahrung | |
| berlibur | v. | Urlaub machen |
Grammar
Pengalaman: "pernah + kata kerja" Erfahrung: „pernah + Verb"
Di ch34 kamu belajar "sudah + kata kerja" untuk kejadian yang sudah selesai: "Saya sudah ke Bandung" (sudah pergi, satu kali tertentu). Untuk membicarakan PENGALAMAN hidup — pernah melakukan sesuatu setidaknya sekali — taruh "pernah" DI DEPAN kata kerja: "pernah + kata kerja". "Saya pernah ke Jepang" = pada suatu titik dalam hidup, saya pernah ke Jepang. Bentuk negatif ada dua: "tidak pernah" (tidak pernah, sebagai fakta umum) dan "belum pernah" (belum pernah sampai sekarang): "Saya belum pernah ke luar negeri". Perbedaan: "sudah" menyatakan kejadian tertentu yang sudah selesai; "pernah" menyatakan APAKAH kamu punya pengalaman itu dalam hidup. Catatan: penutur Inggris sering memakai "sudah" untuk pengalaman hidup, jadi bertanya "Sudah ke Bali?" (sudah pergi belum?). Untuk menanyakan pengalaman hidup, pakai "pernah": "Pernah ke Bali?" ✓.
In ch34 hast du „sudah + Verb" für ein bereits abgeschlossenes Ereignis gelernt: „Saya sudah ke Bandung" (ich bin nach Bandung gefahren — ein bestimmtes Mal). Um über eine LEBENSERFAHRUNG zu sprechen — etwas mindestens einmal getan zu haben — setze „pernah" VOR das Verb: „pernah + Verb". „Saya pernah ke Jepang" = irgendwann im Leben war ich in Japan. Es gibt zwei Verneinungen: „tidak pernah" (nie, als allgemeine Tatsache) und „belum pernah" (bis jetzt noch nicht): „Saya belum pernah ke luar negeri". Der Unterschied: „sudah" nennt ein bestimmtes, bereits getanes Ereignis; „pernah" nennt, ob du diese Erfahrung im Leben hast. Hinweis: Englischsprecher nutzen oft „sudah" für eine Lebenserfahrung, also fragen sie „Sudah ke Bali?" (bist du schon gegangen?). Um nach einer Lebenserfahrung zu fragen, nutze „pernah": „Pernah ke Bali?" ✓.
- Saya pernah ke Jepang. Ich war schon einmal in Japan.
- Kamu pernah naik pesawat? Bist du schon einmal geflogen?
- Saya pernah menginap di hotel itu. Ich habe schon einmal in diesem Hotel übernachtet.
- Kami belum pernah ke luar negeri. Wir waren noch nie im Ausland.
- Dia pernah mengunjungi pulau Bali. Sie hat schon einmal die Insel Bali besucht.
pronunciation
Want to actually learn this — with audio, spaced repetition and progress tracking?
Study in the app →