Want to actually learn this — with audio, spaced repetition and progress tracking?
Study in the app →Indonesian · BIPA 1 (A1) · Chapter 39
Saya merasa lelah Me siento cansado
Hablar de sentimientos y estados. Vocabulario: merasa, sedih, lelah, capek, takut, bosan, bingung, khawatir, marah, gugup. Gramática clave: "merasa + adjetivo" para expresar un sentimiento — "Saya merasa lelah" (me siento cansado), "Dia merasa senang" (ella se siente contenta). En indonesio, un adjetivo es predicado POR SÍ MISMO, sin "adalah": "Saya lelah" ✓ también es correcto y más corto. "adalah" solo sirve para igualar dos sustantivos ("Dia adalah guru" = él es maestro). Los angloparlantes traducen "I AM tired" y cuelan "adalah": "Saya adalah lelah" ✗ → lo correcto es "Saya merasa lelah" ✓ o "Saya lelah" ✓. Rincón de pronunciación: "lelah", "khawatir", "bingung".
Dialogue
"adalah lelah" atau "merasa lelah"? — ¿"adalah lelah" o "merasa lelah"?
- Budi Mike, kamu kelihatan capek. Bagaimana perasaanmu? Mike, se te ve cansado. ¿Cómo te sientes?
- Mike Saya adalah lelah. Yo cansado. (error: sin "adalah" ante un adjetivo → "Saya merasa lelah" / "Saya lelah")
- Budi "adalah" hanya untuk benda: "Dia adalah guru". "lelah" itu kata sifat, jadi katakan "Saya merasa lelah" atau cukup "Saya lelah". "adalah" solo para sustantivos: "Dia adalah guru". "lelah" es adjetivo, así que di "Saya merasa lelah" o simplemente "Saya lelah".
- Mike Oh begitu. Saya merasa lelah karena banyak bekerja hari ini. Ah, ya veo. Me siento cansado porque hoy trabajé mucho.
- Budi Nah, sempurna! Kalau begitu, istirahatlah. Jangan merasa khawatir soal pekerjaan. ¡Ahí está, perfecto! En ese caso, descansa. No te sientas preocupado por el trabajo.
- Mike Terima kasih. Sekarang saya paham: kata sifat tidak butuh "adalah". Gracias. Ahora entiendo: los adjetivos no necesitan "adalah".
Dialogue
Bagaimana perasaanmu hari ini? — ¿Cómo te sientes hoy?
- Mike Sari, bagaimana perasaanmu hari ini? Sari, ¿cómo te sientes hoy?
- Sari Saya merasa senang! Tadi saya bertemu teman lama. ¡Me siento contenta! Hace un rato me encontré con un viejo amigo.
- Mike Bagus sekali! Tapi kamu juga terlihat sedikit lelah. ¡Qué bien! Pero también te ves un poco cansada.
- Sari Ya, saya sedikit lelah, tapi tidak sedih. Kamu bagaimana? Sí, estoy un poco cansada, pero no triste. ¿Y tú?
- Mike Saya merasa gugup. Besok saya punya wawancara kerja. Me siento nervioso. Mañana tengo una entrevista de trabajo.
- Sari Jangan khawatir, kamu pasti bisa! Setelah itu, kita rayakan. No te preocupes, ¡seguro que puedes! Después lo celebramos.
Vocabulary
| 汉字 | Pinyin | POS | Meaning |
|---|---|---|---|
| merasa | v. | sentir(se) | |
| sedih | adj. | triste | |
| lelah | adj. | cansado | |
| capek | adj. | cansado (coloquial) | |
| takut | adj. | asustado, con miedo | |
| bosan | adj. | aburrido | |
| bingung | adj. | confundido | |
| khawatir | adj. | preocupado | |
| marah | adj. | enfadado | |
| gugup | adj. | nervioso |
Grammar
"merasa + kata sifat" (tanpa "adalah") "merasa + adjetivo" (sin "adalah")
Untuk mengungkapkan perasaan, pakai "merasa + kata sifat": "Saya merasa lelah" (I feel tired), "Dia merasa sedih", "Kami merasa senang". Yang penting: kata sifat dalam bahasa Indonesia sudah menjadi PREDIKAT sendiri — kamu tidak perlu kata kerja "to be". Jadi "Saya lelah" (tanpa "merasa") juga benar dan sangat umum; "merasa" hanya menambahkan nuansa "I feel". JANGAN pakai "adalah" di depan kata sifat. "adalah" hanya untuk menyamakan dua kata benda: "Dia adalah guru" (he is a teacher) — kedua sisi adalah benda. Tapi "lelah", "sedih", "marah" adalah kata sifat, bukan benda, jadi tidak boleh "adalah". Untuk bertanya: "Kamu merasa bagaimana?" atau "Bagaimana perasaanmu?". Kesalahan umum: Inggris berkata "I AM tired" dengan "am", jadi pembelajar menaruh "adalah": "Saya adalah lelah" ✗ → yang benar "Saya merasa lelah" ✓ atau "Saya lelah" ✓.
Para expresar un sentimiento, usa "merasa + adjetivo": "Saya merasa lelah" (me siento cansado), "Dia merasa sedih" (él se siente triste), "Kami merasa senang" (nos sentimos contentos). El punto clave: un adjetivo en indonesio ya es PREDICADO por sí mismo — no necesitas un verbo "to be". Así que "Saya lelah" (sin "merasa") también es correcto y muy común; "merasa" solo añade el matiz "me siento". NO uses "adalah" delante de un adjetivo. "adalah" solo sirve para igualar dos sustantivos: "Dia adalah guru" (él es maestro) — ambos lados son sustantivos. Pero "lelah", "sedih", "marah" son adjetivos, no sustantivos, así que nada de "adalah". Para preguntar: "Kamu merasa bagaimana?" o "Bagaimana perasaanmu?". Error común: el inglés dice "I AM tired" con "am", así que los aprendices ponen "adalah": "Saya adalah lelah" ✗ → lo correcto es "Saya merasa lelah" ✓ o "Saya lelah" ✓.
- Saya merasa lelah setelah bekerja. Me siento cansado después de trabajar.
- Dia merasa gugup sebelum ujian. Ella se siente nerviosa antes del examen.
- Saya lelah. (tanpa "merasa", juga benar) Estoy cansado. (sin "merasa", también correcto)
- Jangan khawatir, semua akan baik-baik saja. No te preocupes, todo saldrá bien.
pronunciation
Want to actually learn this — with audio, spaced repetition and progress tracking?
Study in the app →